Kebobrokan System IndonesiaSistem demokrasi yang dianut bangsa Indonesia mulai dari orde ke orde adalah sistem demokrasi ala barat yang jelas-jelas bukan hasil buah pikir dari pengejawantahan nilai-nilai budaya bangsa serta demokrasiyang di tawrkan saat ini adalah sistem yang mengekang nilai-nilai kemerdekaan yang hakiki dan tidak mampu menawarkan kesejahteraan serta kemakmuran bagi rakyat Indonesia.
Demokrasi ala barat ini benar-benar di jadikan sebuah pijakan bagi " mereka " yang berada dan duduk di Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif dalam melindungi segala bentuk prodak-prodak Undang-Undang, Kepres, PP, SK - Mentri, SK - Gubenur, SK - Bupati yang akan melanggengkan Tirani KKN, Kepingin Menjadi Bangsawan Baru ( KMB ) dengan penghisapan , pemerasan dan penindasan rakyat dalam menjual seluruh potensi-potensi SDA serta SDM kepada kepentingan pihak asing. Dimana sudah tidak menjadi rahasia umum bagi rakyat dan Mahasiswa berjuang usainya perang dingin menempatkan Indonesia terjebak dalam bahaya Perang Moderen yang berada dipusaran Perang Strategi Antara Blok AS cs vs Blok RRC cs, kondisi dan situasi ini dapat dilihat dan di baca oleh rakyat dan mahasiswa berjuang antara lain :
1. Korupsi : Yang sudah merata hampir di segala strata dan lini dalam kehidupan Negara dan Berbangsa, kemasyarakatan. Sudah tepat dan benar bahwa koropsi sudah " Membudaya " atau sudah tumbuh menjadi budaya " orang indonesia ".
2. K.K.N : Korupsi Kolusi Nepotisme hampir menjadi way of live bangsa indonesia. KKN itu mengandung hal-hal seperti: Main belakang, Main Suap, Main Upeti, Main Beli, Hubungan keluarga, Hubungan kelompok/grup/suku/etnis/agama dsb.
3. Perkawinan dan kemesraan yang terjadi antara korupsi dan KKN menghasilkan seribu satu macam efek negatif dan " Pembusukan " terhadap kehidupan bangsa dan bernegara.
4. Saling pengaruh - Mempengaruhi antra Korupsi + KKN dengan " Napsu Liar " atau mental kekampungan dari orang keturunan biasa " kepingan Menjadi Bangsawan ". Napsu telah mengalahkan akal sehat, Pemikiran moderen, perkembangan rasionaldi dunia, nilai-nilai agama bahkan berahir melecehkan sosial dan budaya asli Indonesia.
5. Melanjutkan dari korupsi + KKN + kepentingan menjadi bangsawan tersebut antara lain : terciptanya dan tumbuh mahluk baru di dalam sistem Indonesia seperti korupsi mental dan mental korupsi, korupsi secara fikir, korupsi secara hukum, korupsi secra keadilan, korupsi secara Undang-Undang, korupsi penyelenggaraan pendidikan, korupsi kesehatan dan profesi kedokteran dimana berkembang mental drakula rumahsakit dll.
6. Korupsi dan KKN yang sudah membudaya di dalam jiwa sistem Indonesia yang di langgengkan mulai dari Presiden, Mentri-Mentri, Gubenur-Gubenur,Bupati, Walikota, Camat dan Lurah, berserta perangkat " Pegawai Pemerintahan " ( PNS ) dsb. Pada ahirnya Negara ini menghalalkan Money Politic yang dihayati ke Wakil Rakyat anggota DPR - DPRD.
7. Pembusukan yang di motori pada mulanya oleh korupsi + KKN telah menular dengan cepet kepada aparat penegak hukum baik Polisi, Jaksa, Hakim, Hakim Agung, Mahkamah Agung, Jaksa Agung, bahkan juga para Pengacara maka terjadilah praktek jual beli hukum, dagang hukum, dagang keadilan, dagang keputusan hakim, dagang tuntutan jaksa, dgang berita acara oleh polisi, Mafia peradilan, dan mafia-mafia pembusukan hukum yang telah mengakangi rakyat Indonesia. Sehingga mengakibatkan bekunya tidk terungkap Pelanggaran-pelangaran HAM bahkan pelanggaran-pelangaran HAM berat Tidk Pernah Ditangkp dan diadili.
8. Leluasanya operasi-operasi Negara-Negara Kaptalis, Neo Kolonialis, dan Imprealis yang dimotori oleh AS cs dan RRC pasca Deng Hsioping cs dapat menguasai sumber daya alam Indonesi baik melalui anggota DPR yang membuat Undang-Undang maupun melalui Otonomi daerah yang memang di konsep oleh " pihak - Pihak Asing " tersebut.
9. bidang moneter keuangan dan perbankan Republik Indonesia seutuhnya telah di kuasai secara strategis oleh pihak asing, IMF, Bank Dunia, ADB, IGGI, SGI, dan Intelejen dan melakukan penyuapan, mark-up, pemasaran, penipuan dan pembodohan terhadap Bangsa, Negara dan Rakyat Indonesia.
10. Operasi intelejen asing telah berhasil pula menjadikan bangsa Indonesia sebagai Negara yang penuh konflik, grakan sparatis yang dimulai dari RMS, tragedi-tragedi Ambon/Maluku, Poso, Sampit, Sambas, Aceh dan kasus-kasus seperti Talang Sari Lampung, Tanjung Priok, TasikMalaya Jatibarang, Jember, BanyuWangi, Situbondo, Ketapang, dll.
11. Sementara itu telah terjadi dan setiap tahun bertambah pengangguran , baik karna PHK dimana Undang-Undang dan penjabat berpihak kepada pemilik modal dan investor. Semantara itu pula terjadi genarasi muda putus sekolah, dan kelahirn generasi muda yang harus memasuki lapangan-kerja. Dapat dikata secara kasar bahwa 60 juta orang Indonesia tidak mempunyai penghasilan. Dan sementra yang sama itu pula terdapat segelintir manusia koruptor dan pervenue, manipulator, tukang catut, calo, kolabortor, dan komprador bergemilang duit dan kemewahan.
12. Kedaulatan negara benar-benar telah berada pada titik krisis, sejak Amerika Serikat yang di cengkram oleh Neo-Cons Menggunakan isu terorisme dalam rangka untuk mengangkangi Negara-Negara under-developed countries yang kaya akan sumber daya alam.
- Indonesia tentu saja sudh ada "dalam target" tersebut. Dalam oprasi tersebut Amerika berkomplot dengan Australia, dan Singapura, dua negara yang terdekt letaknya dengan indonesia dan dengan Portugis, Inggris, Belanda, Swedia, Filipina.
- Sementara itu Indonesia sedang mengalami "hampa kepemimpinan" dan bergaduh sesama nak bangsa. semua itu tak terlepas dari operasi intelejen dari Negara-Negara tersebut di atas kepada Pejabat Negara, baik pusat maupun daerah-daerah dn angota DPR.
- Kolene ke-lima Cina telah 40 tahun melakukan operasi intelejen kususnya intelejen Ekonomi untuk menguasai pejabat-pejabat Indonesia. Korupsi merupakan salah satu hasil operasi intelejen oprasi Cina.
13. kebobrokan sistem Indonesia berahir kepada Perjulan-perjualan aset negara dn Bangsa, telah dengan gamblang menunjukan penguasa Republik dan Angota DPR telah menjadi budak asing Kapitalis, Neo Kapitalis dan Imprealis Moderen yaitu Amerika, Jepang, sebagai negara-negara Eropa Barat, Singapur, Hongkong, Korea, RRC dan pemerintahan Reformasi-Demokrasi telah menjual semua-muanya sampi Kedaulatan Negara dan Kedaulatn Rakyat termasuk didalamnya.
14.kebobrokan sistem Indonesia telah berhasil Membawa Negara-Bangsa Indonesia berada di bawah penjajahan yang tak tampak oleh mata dn takterbaca oleh hati. Dengan perangkat Penguasa, Cukong, Koruptor, Agen asing yang telah menjadi alat penjajah Negara Rakyat Indonesia.
Jadi sangat jelas bahwa sistem Indonesia sudah berada dalam kebobrokan dan krisis, demokrasi ala barat yang di anut oleh bangsa Indonesia telah menelanjangi bulat-bulat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat.