Kamis, 26 Juni 2008

Keterjahan Bangsa Indonesia

Keterjahan Bangsa Indonesia

Keadaan bangsa Indonesia setelah kemerdekaan 17 Agustus 1954 yang bertujuan " Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia " yang berjalan lambat, dalam dalam setiap fase " Orde " bahkan mengalami stagnasi dan berada dalam persimpangan jalan yang mengarah kepada hilangnya keadilan sosial nemuju kepada bentuk " Penjajahan Era Baru " yang telah berhasil menghilangkan eksistensi kekuatan de fakto kemerdekaan Indonesia Sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Berkedaulatan Rakyat dengan tujuan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia saat ini hanya berjalan kepada kekuatan de jure saja sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia Yang berlandaskan " Perkembangan Demokrasi ".

Hasilnya bisa kita lihat , NKRI ibarat kapal kemudi, terombang-ambing ombak dan arus globalisasi dalam lautan berbagi idiologi asing. Tidak segan-segan sebagai komponen tokoh-tokoh Masyarakat menerima aliran dana asing dan rela mengorbankan kepentingan bangsanya sebagai imbalan dolar. dalam bahasa intelejen kita mengalami apa yang di kenal dengan " subversi asing ", yakni kita saling menghancurkan negara sendiri karna campur tangan secara halus pihak asing yang berhasil menaruh agen-agenya di seluruh aspek agama, tokoh-tokoh masyarakat, Interaksi sosial baik di bidang Politik, Ekonomi, Hukum, Budaya, Pendidikan, Keamanan, Pertahanan, Hubungan Internasional.

Pincangnya eksistensi " Kedaulatan " Negara Kesatuan Republik Indonesia menetapkan posisi ke-terjajahan bangsa Indonesia dengan hancurnya kekuatan bangsa yang berkedaulatan rakyat dalam kehendak mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tidak ada komentar: