Kamis, 26 Juni 2008

Kegagalan Pemerintahan SBY - JK

Empat tahun sudah pemerinthn SBY - JK berkuasa, rakyat dan mahasiswa berjuang lebih banyak melihat kegagalan-kegagalan dibandingkan dengan keberhasilaannya. Kegagalan pemerintahan SBY - JK yang lebih fatal secara filosofis tidak mampu membawa dan mewujudkan Indonesia dalam semangat jiwa cita-cita Pembukaan UUD 1945 seperti yang dinyatakan :

- Kemerdekaan merupakan hak segala bangsa, oleh sebab itu maka penjajahan di atas duni harus di hapuskan karna tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan prikeadilan,

- Kemerdekaan Indonesia menghantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,

- Berdasarkan kemerdekaan, Indonesia membentuk satu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia yang bertujuan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

- Maka di susunlah kemerdekaan negara Indonesia itu dalam suatu Undang - Undang Dasar, yang terbentuk kedalam satu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / Perwakilan serta dengan meujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kegagalan pemerintahan SBY - JK secara idiologis tidah mampu membawa keindependenan dan kemerdekaan Indonesia sebagai Bangsa dan Negara yang berdaulat dlam memutuskan serta mengambil kebijakan-kebijakan Interaksi Sosial, Politik, Ekonomi, Hukum Pertahanan, Keamanan, dan Hubungan Internasional sebagai layaknya negara merdeka.

Kegagalan pemerintahan SBY - JK secara strategis di Amandemen UUD 1945 bab VIX Kesejahteraan Nasional Pasal 33 mengakibatkan kebijakan-kebijakan baik yang di putuskan oleh lembaga Legislatif dan Eksekutif yang lebih berpihak kepada kepentingan-kepentingan Modal asing yang di gawangi oleh AS cs dan RRC cs dari pada berpihak kepada kepentingan perwujudan keadilan sosial bagi rakyat Indonesia. Dimana hasil kebijakan-kebijakan itu diantaranya disahkannya Undang-Undang mengenai Air, Migas, Listrik, SDA, dll (Legislatif), Kepres 03 Tahun 2002 mengenai penanaman modal asing bisa menguasai 95 % saham-saham BUMN (Eksekutif), maka sudah dapat bisa d pastikan kenaikan harga BBM yang telah dilakukan oleh pemerintahan SBY - JK pada tanggal 23 mei 2008 apapun alasanya telah menyengsarakan rakyat secara struktural yang satu dengan yanglainnya secara sadar ataupun tidak sadar, secara langsung maupun tidak langsung semua semakin terkait dengan semakin terdesaknya rakyat Indonesia terhadap hak Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, kelayakan hidup yang baik sebagai rakyat Indonesia yang terjamin oleh konstitusi dalam jiwa pembukaan UUD 1945 yang teramanatkan untuk mewujudkan Indonesia dalam keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Hancurnya pertahanan Kesejahteraan Nasional dengan teramandemennya BAB XIV Pasal 33 UUD 1945 mengakibatkan kehancuran Pertahanan ekonomi kerakyatan dengan cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hidup orang banyak dikuasai oleh kekuasaan modal asing sehingga mengakibatkan salah satu diantara yang sudah di kuasai yaitu tidak mandirinya pengelolaan MIGAS dan PERTAMINA.

Tidak ada lagi kemandirian system pemerintahan SBY - JK dalam mengelola seluruh potensi-potensi SDA, SDM dan idependensi TRIAS POLITIKA serta dalam Interaksi Sosial Politik, Hukum, Ekonomi, Sosial Budaya, Keamanan, Pertahanan, dan Hubungan Internasional sebagai system ketatanegaraan semakin terlihat jelas Kesatuan Republik Indonesia berada dalam pusaran alam PENJAJAHAN era baru.

Catatan Rakyat dan Mahasiswa berjuang :

kenaikan harga BBM yang telah di tetapkan pemerintahan SBY - JK cenderung didasarkan kepada gejolak situasi harga minyak duniayang saat itu telah mencapai harga $120/barel dan sekarang telah mencapai lefel $150/barel dimana situasi naiknya harga minyak dunia lebih diakibatkan dari gejolak situasi politik Internasional ntara kepentingan perang strategi Blok AS cs dan Blok RRC cs dalam menguasai pasar dunia untuk merebut tropy penghargaan dan merebut predikat Negara Adi Kuasa.

Dimana kebijakan secara kronologis sebagai berikut :

Kebijakan pemerintah SBY - JK menaikan harga BBM yang ke 3 kalinya pada tanggal 23 mei 2008 lebih pada pendesakan gerakan tekanan asing yang sangat dipengaruhi oleh gejolak politik Internasional dimana kebijakan yang telah diambil oleh Bush dalam invansi Irak menuai hasil dalam ahir-ahir kepemimpinanya. Amerika mengalami situasi keterdesakan ekonomi yang mempengaruhi negara-negara satelitnya dan negara-negara persekawanan strategis tidak kurang tony Bleir, Jos Soros, PM Jepang, PM Australia angkat bicara dan mempermasalahkan dan mempermasalahkan kebijakan Bush yang berakibat kepada keterdesakan ekonomi Eropa dan Asia sekitarnya, tetapi menjadi catatan situasi ini tidak mempengaruhi kondisi RRC, Rusia, India dan persekawanan strategisnya, Iran tetap menjalankan proyek nuklirnya dan beberapa waktu yang lalu juga telah menguji coba persenjataan bomnya diwilayah lintasan pesawat domestik " Bukankan seharusnya BIN menghitung ini dari pada menuduh gerakan Mahasiswa Anarkis....!!!! "

Tidak ada komentar: